Kamis, 31 Oktober 2013

PRO DAN KONTRA GLOBALISASI DAN CARA MENGURANGI DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI

PRO DAN KONTRA GLOBALISASI DAN CARA MENGURANGI DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI

Globalisasi adalah hubungan ketergantungan antar bangsa dan antar manusia di seluruh dunia melalui investasi, perdagangan, perjalanan, budaya populer, dan bentuk-bentuk interaksi yang lain yang menjadikan batas-batas suatu negara menjadi semakin sempit.
Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas negara.
Globalisasi sering juga di samakan dengan Internasionalisasi karena memiliki karakter yang hampir sama tetapi sebagian orang beranggapan bahwa globalisasi merupakan pengurangan kinerja suatu negara atau berkurangnya peran negara.
Menurut asal katanya, kata "globalisasi" diambil dari kata global, yang maknanya ialah universal. Achmad Suparman menyatakan Globalisasi adalah suatu proses menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah Globalisasi belum memiliki definisi yang mapan, kecuali sekedar definisi kerja (working definition), sehingga bergantung dari sisi mana orang melihatnya. Ada yang memandangnya sebagai suatu proses sosial, atau proses sejarah, atau proses alamiah yang akan membawa seluruh bangsa dan negara di dunia makin terikat satu sama lain, mewujudkan satu tatanan kehidupan baru atau kesatuan ko-eksistensi dengan menyingkirkan batas-batas geografis, ekonomi dan budaya masyarakat.
Di sisi lain, ada yang melihat globalisasi sebagai sebuah proyek yang diusung oleh negara-negara adikuasa, sehingga bisa saja orang memiliki pandangan negatif atau curiga terhadapnya. Dari sudut pandang ini, globalisasi tidak lain adalah kapitalisme dalam bentuk yang paling mutakhir. Negara-negara yang kuat dan kaya praktis akan mengendalikan ekonomi dunia dan negara-negara kecil makin tidak berdaya karena tidak mampu bersaing. Sebab, globalisasi cenderung berpengaruh besar terhadap perekonomian dunia, bahkan berpengaruh terhadap bidang-bidang lain seperti budaya dan agama. Theodore Levitte merupakan orang yang pertama kali menggunakan istilah Globalisasi pada tahun 1985.
Jan Aart Scholte melihat bahwa ada beberapa definisi yang dimaksudkan orang dengan globalisasi:
-          Internasionalisasi: Globalisasi diartikan sebagai meningkatnya hubungan internasional. Dalam hal ini masing-masing negara tetap mempertahankan identitasnya masing-masing, namun menjadi semakin tergantung satu sama lain.
-          Liberalisasi: Globalisasi juga diartikan dengan semakin diturunkankan batas antar negara, misalnya hambatan tarif ekspor impor, lalu lintas devisa, maupun migrasi.
-          Universalisasi: Globalisasi juga digambarkan sebagai semakin tersebarnya hal material maupun imaterial ke seluruh dunia. Pengalaman di satu lokalitas dapat menjadi pengalaman seluruh dunia.
-          Westernisasi: Westernisasi adalah salah satu bentuk dari universalisasi dengan semakin menyebarnya pikiran dan budaya dari barat sehingga mengglobal.
Hubungan transplanetari dan suprateritorialitas: Arti kelima ini berbeda dengan keempat definisi di atas. Pada empat definisi pertama, masing-masing negara masih mempertahankan status ontologinya. Pada pengertian yang kelima, dunia global memiliki status ontologi sendiri, bukan sekadar gabungan negara-negara. [1]
Berikut ini beberapa ciri yang menandakan semakin berkembangnya fenomena globalisasi di dunia.
-          Perubahan ruang dan waktu. Perkembangan barang-barang seperti telepon genggam, televisi satelit, dan internet menunjukkan bahwa komunikasi global terjadi demikian cepatnya, sementara melalui pergerakan massa semacam turisme memungkinkan kita merasakan banyak hal dari budaya yang berbeda.
-          Pasar dan produksi ekonomi di negara-negara yang berbeda menjadi saling bergantung sebagai akibat dari pertumbuhan perdagangan internasional, peningkatan pengaruh perusahaan multinasional, dan dominasi organisasi semacam World Trade Organization (WTO).
-          Peningkatan interaksi kultural melalui perkembangan media massa (terutama televisi, film, musik, dan transmisi berita dan olah raga internasional). saat ini, kita dapat mengonsumsi dan mengalami gagasan dan pengalaman baru mengenai hal-hal yang melintasi beraneka ragam budaya, misalnya dalam bidang fashion, literatur, dan makanan.
-          Meningkatnya masalah bersama, misalnya pada bidang lingkungan hidup, krisis multinasional, inflasi regional dan lain-lain.

Globalisasi perekonomian
Globalisasi perekonomian merupakan suatu proses kegiatan ekonomi dan perdagangan, dimana negara-negara di seluruh dunia menjadi satu kekuatan pasar yang semakin terintegrasi dengan tanpa rintangan batas teritorial negara. Globalisasi perekonomian mengharuskan penghapusan seluruh batasan dan hambatan terhadap arus modal, barang dan jasa.
Ketika globalisasi ekonomi terjadi, batas-batas suatu negara akan menjadi kabur dan keterkaitan antara ekonomi nasional dengan perekonomian internasional akan semakin erat. Globalisasi perekonomian di satu pihak akan membuka peluang pasar produk dari dalam negeri ke pasar internasional secara kompetitif, sebaliknya juga membuka peluang masuknya produk-produk global ke dalam pasar domestik.

Dampak Positif Globalisasi “Ekonomi”
-          Produksi global dapat ditingkatkan
-          Meningkatkan kemakmuran masyarakat dalam suatu negara
-          Meluaskan pasar untuk produk dalam negeri
-          Dapat memperoleh lebih banyak modal dan teknologi yang lebih baik
-          Menyediakan dana tambahan untuk pembangunan ekonomi
TETAPI, menurut saya dampak psitif dan keuntungan dan teori yang sya terakan tadi tersebut tidak bisa di laksanakan kepada negara berkembang karena hal itu lebih kepada negara maju. Bergeser sedikit kepada pembelajaran saya tentang International Development, menurut Todaro, negara-negara berkembang memiliki kondisi khusus yang harus diperlakukan berbeda dengan negara maju karena:
-          Kelebihan tenaga kerja
-          Produktifitas rendah
-          Kebanyakan dalam sektor pertanian
-          Kebanyakan eksportir barang-barang mentah
-          Perdagangan di negara berkembang kebanyakan tidak menjadikan perkembangan (membunuh asar lokal)
-          Terjadi kegagalan pasar
-          Mereka tidak bisa keluar dari kemiskinan tanpa adanya intervensi negara dan bantuan Internasional
Hal-hal ini yang menurut orang-orang seperti Todaro dan saya tidak dapat di samakan dengan pandangan Neo-Liberalisme.

Dampak Negatif Globalisasi “Ekonomi”
-          Menghambat pertumbuhan sektor industri
-          Memperburuk neraca pembayaran
-          Sektor keuangan semakin tidak stabil
-          Memperburuk prospek pertumbuhan ekonomi jangka panjang

Globalisasi kebudayaan
Globalisasi memengaruhi hampir semua aspek yang ada di masyarakat, termasuk diantaranya aspek budaya. Kebudayaan dapat diartikan sebagai nilai-nilai(values) yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan/psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan. Sebagai salah satu hasil pemikiran dan penemuan seseorang adalah kesenian, yang merupakan subsistem dari kebudayaan.
Ciri ciri perkembangan globalisasi budaya:
-          Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
-          Penyebaran prinsip multikebudayaan (multiculturalism), dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
-          Berkembangnya turisme dan pariwisata.
-          Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
-          Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain lain.
-          Bertambah banyaknya event-event berskala global, seperti Piala Dunia FIFA.
-          Persaingan bebas dalam bidang ekonomi
-          Meningkakan interaksi budaya antar negara melalui perkembangan media massa

Dampak globalisasi
Dampak positif globalisasi antara lain:
-          Mudah memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan
-          Mudah melakukan komunikasi
-          Cepat dalam bepergian (mobilitas tinggi)
-          Menumbuhkan sikap kosmopolitan dan toleran
-          Memacu untuk meningkatkan kualitas diri
-          Mudah memenuhi kebutuhan
Dampak negatif globalisasi antara lain:
-          Informasi yang tidak tersaring
-          Perilaku konsumtif
-          Membuat sikap menutup diri, berpikir sempit
-          Pemborosan pengeluaran dan meniru perilaku yang buruk
-          Mudah terpengaruh oleh hal yang tidak sesuai dengan kebiasaan atau kebudayaan suatu negara

PRO GLOBALISASI

Kalau di pandang secara positif menurut saya globalisasi akan memberikan kesejaheraan antar bangsa dan kemakmuran dalam segi ekonomi. Karena globalisasi menurut saya memberikan dampak keterbukaan seluas-luasnya maksud saya semakin memberikan koneksi yang luas dalam segi perdagangan, investasi dan sebagainya. Semakin banyak suatu negara melakukan kerjasama bidang ekonomi dengan negara lain, atau melakukan pinjaman terhadap IMF seperti yang dilakukan oleh Presiden Soeharto itu menjadikan ketergantungan satu sama lain atau salah satu saja. Sama halnya seperti dependency theory. Teori ini menyatakan bahwa suatu negara dengan negara lain saling bergantung dan dapat saling menguntungkan satu sama lainnya, dan salah satu bentuknya adalah ketergantungan dalam bidang ekonomi. Kedua negara dapat melakukan transaksi pertukaran sesuai dengan keunggulan yang dimiliki negara tersebut.
Salah satu penghambat utama terjadinya kerjasama diatas adalah adanya larangan-larangan dan kebijakan proteksi dari pemerintah suatu negara yang menganut merkantilisme. Di satu sisi, kebijakan ini dapat melindungi produksi dalam negeri, namun di sisi lain, hal ini akan meningkatkan biaya produksi barang impor sehingga sulit menembus pasar negara yang dituju. Para pro-globalisme tidak setuju akan adanya proteksi dan larangan tersebut, mereka menginginkan dilakukannya kebijakan perdagangan bebas sehingga harga barang-barang dapat ditekan, akibatnya permintaan akan meningkat. Karena permintaan meningkat, kemakmuran akan meningkat dan begitu seterusnya.
Ada beberapa pandangan t pro-globalisme dan termasuk sayang juga banyak yang mengkritik Bank Dunia dan IMF, kedua badan tersebut hanya mengontrol dan mengalirkan dana kepada suatu negara, bukan kepada suatu koperasi atau perusahaan. Sifatnya timpang dalam arti berat sebelah tidak ada timbal balik. Sebagai hasilnya, banyak pinjaman yang mereka berikan jatuh ke tangan para diktator yang kemudian menyelewengkan dan tidak menggunakan dana tersebut sebagaimana mestinya, meninggalkan rakyatnya dalam lilitan hutang negara, dan sebagai akibatnya, tingkat kemakmuran akan menurun. Karena tingkat kemakmuran menurun, akibatnya masyarakat negara itu terpaksa mengurangi tingkat konsumsinya; termasuk konsumsi barang impor, sehingga laju globalisasi akan terhambat dan mengurangi tingkat kesejahteraan penduduk dunia.

KONTRA GLOBALISASI
Orang-orang yang kontra terhadap globalisasi memaparkan sikap politis orang-orang dan kelompok yang menentang perjanjian dagang global dan lembaga-lembaga yang mengatur perdagangan antar negara seperti Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Kebanyakan mereka berpikir untuk melakukan perlawanan terhadap ekonomi dan sistem perdagangan global saat ini, yang menurut mereka mengikis lingkungan hidup, hak-hak buruh, kedaulatan nasional, dunia ketiga, dan banyak lagi penyebab-penyebab lainnya.
Bisa juga dibilang bahwa globalisasi adalah bentuk campur tangan dari pihak luar terhadap nilai budaya dalam negeri.

Terlepas dari pihak yang pro dan kontra terhadap globalisasi, suka atau tidak suka globalisasi merupakan suatu proses yang tidak dapat dielakkan. Suka atau tidak suka semua Negara semakin lama terikat oleh sIstem ekonomi global.
Memang globalisasi dapat menjadi pedang bermata dua. Disatu sisi globalisasi merupakan kendaraan yang berfungsi besar bagi kemajuan ekonomi dan teknologi untuk meredam konflik internasioinal. Globalisasi merupakan mesin yang efektif bagi evolusi ekonomi yang damai bagi integrasi masyarakat dunia.
Disisi lain globalisasi dapat menjadi sebaliknya, yaitu dapat mengancam kemerdekaan dan nilai sosial budaya suatu bangsa jika menggunakan kacamata konsep luar. Walaupun begitu, ancaman yang mungkin muncul itu sesungguhnya dapat diimbangi dengan faedah jika kita menerapkan aturan umum yang sesuai dengan tatanan masyarakat globalisasi.

CARA MENGURANGI DAMPAK NEGATIF GLOBALISASI
-          Mencintai negara sendiri
-          Melestarikan budaya bangsa
-          Menjalankan peran sesuai fungsi
-          Menjaga kelestarian alam
-          Toleransi beragama
-          Menghilangkan ketergantungan dengan negara lain
-          Meningkatkan kualitas SDM
-          Menigkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan YME
-          Mendorong dan mendukung upaya memperjuangkan Keadilan antar Bangsa dan bernegara
-          Meningkatkan rasa nasionalisme

DAFTAR PUSTAKA

1 komentar:

  1. JackpotCity: Casino, Hotel, Restaurant, Events - JT Hub
    View JackpotCity's JackpotCity Casino, Hotel, Restaurant, Events, Restaurants, 영주 출장안마 Bars, 경기도 출장안마 Bars, Restaurants 김천 출장샵 and 남원 출장샵 Bars in NJ at 원주 출장안마 JT Hub.

    BalasHapus